Sebagai
umat muslim yang di sayangi Allah, bukankah bulan-bulan diantara bulan lain
Ramdahanlah yang paling di tunggu-tunggu? YA, begitulah jawaban yang paling
pantas untuk kita.
"Maka
tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbukalah pintu-pintu di syurga".. Tak
heran banyak orang-orang yang beriman bernafsu baik untuk mengerjakan amalan
dan mengumpulkan pahala-pahala sebanyak mungkin.
Jangan
pernah berfikir bahwa Ramadhan adalah bulan yang bikin sengsara, maka
berbaliklah berfikir bahwa kemuliaan Allah berlimpah di bulan ini.
Mengapa
masih sempat ada yang berfikir bulan Ramadhan adalah bulan sengsara? Apa karna
kita gak bisa sarapan pagi? atau makan siang? terlebih lagi bagi
ikhwan yang tidak bisa merokok? Rasakanlah dibalik semua itu ada nikmat
tersembunyi ketika kita mengerjakannya dengan ikhlas.
Ya Ramadhan
bulan yang di muliakan Allah, bukan bulan penderitaan.. Bulan penuh barokah dan
bulan yang penuh cinta.. Maka perbanyaklah amalan ibadah.
Beberapa
amalan terbaik yang dapat dilakukan pada bulan Ramadan, antara lain, Pertama,
berpuasa. Allah Swt berfirman, “Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku
sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan
syahwatnya dan makannya karena Aku”.
Orang yang diampuni dosanya adalah orang yang sungguh-sungguh mampu menjaga panca indranya dari perbuatan dosa. Olehnya itu jika berpuasa, puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan buruk. Kedua, salat tarawih. Nabi Saw bersabda, “barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Salat malam sudah menjadi rutinitas Nabi Saw dan para sahabatnya. Bagi siapa yang melaksanakan salat tarawih hendaknya mengerjakannya secara berjama’ah sehingga akan dicatat dalam golongan qaimin. Ketiga, bersedekah. Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan dan Nabi lebih demawan lagi ketika di bulan Ramadan.
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan kelebihan, maka bersegeralah dalam menunaikannya sesuai kemampuan. Amalan terbaik keempat, bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an. Satu huruf dari Al-Qur’an bernilai 10 pahala. Jadi membaca bismillaahirramaanirrahim saja, berarti sudah bernilai 190 pahala. Kelima, i’tikaf, merupakan ibadah yang didalamnya bermacam- macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya. Dianjurkan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Keenam, memperbanyak dzikir, doa dan istighfar.
Sesungguhnya malam dan siang Ramadan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka manfaatkanlah dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya, saat berbuka, sepertiga malam terakhir saat Allah turun ke langit dunia, dan di waktu sahur
Orang yang diampuni dosanya adalah orang yang sungguh-sungguh mampu menjaga panca indranya dari perbuatan dosa. Olehnya itu jika berpuasa, puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan buruk. Kedua, salat tarawih. Nabi Saw bersabda, “barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Salat malam sudah menjadi rutinitas Nabi Saw dan para sahabatnya. Bagi siapa yang melaksanakan salat tarawih hendaknya mengerjakannya secara berjama’ah sehingga akan dicatat dalam golongan qaimin. Ketiga, bersedekah. Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan dan Nabi lebih demawan lagi ketika di bulan Ramadan.
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan kelebihan, maka bersegeralah dalam menunaikannya sesuai kemampuan. Amalan terbaik keempat, bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an. Satu huruf dari Al-Qur’an bernilai 10 pahala. Jadi membaca bismillaahirramaanirrahim saja, berarti sudah bernilai 190 pahala. Kelima, i’tikaf, merupakan ibadah yang didalamnya bermacam- macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya. Dianjurkan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Keenam, memperbanyak dzikir, doa dan istighfar.
Sesungguhnya malam dan siang Ramadan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka manfaatkanlah dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya, saat berbuka, sepertiga malam terakhir saat Allah turun ke langit dunia, dan di waktu sahur
Ayo kita
perbanyak Amalan di bulan yang penih kemuliaan ini :)
Rafika's
note



0 komentar:
Posting Komentar