Apa yang kalian rasakan ketika
tujuan utama kalian sebegitu mudah hilang dan sirna demi kepentingan lain? Dan
apa yang kalian rasakan ketika keberadaan dan kemampuan yang kalian punya hanya
di anggap kecil (mungkin) orang lain. Yah¸
bahkan saya sempat kecewa dengan apapun yang terjadi dihadapan saya tepatnya
dimana saya berdiri disini. Mungkin terlalu banyak pembelajaran yang belum
sempat saya pahami. Mungkin pertanyaan mengapa
belum dapat saya imbangi dengan penjelasan.
Dan ini bukan mungkin lagi tapi
saya harus menerima disetiap kenyataan bahwasannya saya ini manusia yang bergelimang kekurangan
hanya saja saya belum mampu merealisasikan kata ‘kekurangan’. Seketika saya
merasa down oleh penjelasan yang saya
terima. Ketika ada tujuan saya yang sangat saya inginkan tapi sirna karena
kepentingan yang lain, seketika itu juga saya merasa seperti ‘robot’. Kali ini
untuk kali ini saya harus mundur satu langkah dan menerima walau dalam perasaan
yang begitu tertekan kalau saja boleh saya gambarkan.
Perlukah saya menuliskan
besar-besar kekecewaan saya terhadap fasilitator saya? Perlukan saya
meneriakkan kalau saya ini tertekan. Mungkin saja, kalian bilang ini bukan
tindakan diskriminatif tapi perasaan tidak mampu untuk berbohong saya merasakan
diskriminatif itu. Lantas apa yang saya harus lakukan terhadap tujuan saya
ibarat mimpi yang sangat ingin saya wujudkan, saya sangat ingin berkontribusi terhadap apa yang
saya punya. Bahkan mimpi itu sudah ada dan saya tanamkan sebelum saya ikut
himpunan ini, bahkan gambaran perubahan yang melekat di otak sayapun telah saya
rangkai dan saya design untuk pengembangan diri saya dan untuk masyarakat
kampus. Tapi apa boleh buat kemampuan saya belum dilihat dan dianggap. Lagi,
keindahan rencana saya untuk merubah dan berkontribusi hanya saya simpan lekat
di dalam pikiran ini dan tinggal di hari yang sangat mengecewakan ini.
Tapi kembali lagi saya ini hanya
manusia yang begitu banyak kekurangan, Yah
saya harus menerima bahwasannya saya memang tidak pantas untuk ditempatkan
pada mimpi saya itu. Mungkin kotribusi dan keinginan saya merubah itu tidak
dapat terwujud dan mati bersama tulisan ini. Semoga ini hanya menjadi koma
bukan titik. Saya hanya perlu memanjakan hati dengan perasaan jernih dan
bertawakal kepada-Nya merubah setiap kekurangan yang ada dan membuktikan kepada
mereka yang menganggap saya tidak bisa
dan tidak pantas, menjadi lebih layak dan bisa . Selamat tinggal design
perubahan, saya hanya dapat melambaikan tangan dengan keadaan tertekan dan
kecewa.
Rafika Dwi



2 komentar:
kalo tujuan gak tercapai, ketahui lah tuhan telah bermain di dalam rencana kakak..
#eaa.. -_-
kegagalan suatu rencana disebabkan Tuhan bermain di dalam planning2 kita.. :)
Posting Komentar