Aku tahu, kata maaf akan bekerja.. karena hati yang Allah
lembutkan akan berkomunikasi dengan caranya yang khas.
Karena, “Setiap manusia akan berbuat kesalahan, dan
sebaik-baiknya pembuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.”
Karena, Allah Yang Maha Pencipta, adalah Ia yang Maha
Pemaaf. Hati ini akan merasa malu, saat Allah Yang Maha Hebat amat luas
ampunan-Nya, sedangkan diri sering membatasi hak saudara seiman untuk
menghilangkan rasa bersalah dan kesedihannya.
Bukankah berbuat salah itu akan melahirkan sesak, sedih,
ingin bersembunyi dari muka bumi? Sementara Allah memanggil hamba-Nya dengan
lembut, “Kemarilah, kembalilah pada-Ku. Kembalilah pada-Ku dengan
kesungguhanmu, karena ampunan-Ku sangat luas.”
Alangkah istimewanya hati yang saling memaafkan, diri yang
saling berjabatan tangan untuk merelakan kesalahan yang telah lalu, dan
bersama-sama memperbaikinya.
Aku tahu, kata terima kasih akan bekerja.. karena hati yang
Allah lembutkan akan berkomunikasi dengan caranya yang khas.
Allah Sang Maha Dahsyat adalah juga Ia Yang Maha Bersyukur,
Asy Syakuur..
Bahkan Ia menyertakan syukur sebagai bagian dari keimanan,
“Wasykuruu lillaahi in kuntum iyyaahu ta’buduun. Bersyukur
yuk kepada Allah jika kita benar-benar hanya beribadah pada-Nya.”
Ia juga yang menyampaikan melalui hadits Nabi-Nya,
“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia
tidak bersyukur kepada Allah”
Maka, saat kita berterima kasih, kemudian tersenyum penuh
ridho, itu juga merupakan bagian kita untuk menjadi hamba yang bersyukur.
Bukankah Rasulullah juga yang berucap lembut pada Aisyah, “Wahai Aisyah,
bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?”
Kata-kata yang baik akan bekerja.. karena hati yang Allah
lembutkan akan berkomunikasi dengan caranya yang khas. Karena Allah Mencintai
orang-orang yang sabar, juga mengistimewakan seseorang yang rajin bersyukur.
“Keduanya adalah baik baginya.”


